Articles - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id Together We Can Mon, 16 Mar 2026 03:54:43 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://injourneydestination.id/wp-content/uploads/2025/12/cropped-favicon-injourney-32x32.png Articles - PT Taman Wisata Candi https://injourneydestination.id 32 32 InJourney Destination Management Hadirkan Momen Kebersamaan Lebaran di Candi https://injourneydestination.id/2026/03/12/injourney-destination-management-hadirkan-momen-kebersamaan-lebaran-di-candi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=injourney-destination-management-hadirkan-momen-kebersamaan-lebaran-di-candi https://injourneydestination.id/2026/03/12/injourney-destination-management-hadirkan-momen-kebersamaan-lebaran-di-candi/#respond Thu, 12 Mar 2026 03:49:23 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11578

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyatakan kesiapannya dalam menyambut lonjakan pemudik dan wisatawan pada periode libur Lebaran tahun ini. Melalui komitmen “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna”, InJourney berfokus pada integrasi layanan yang prima di seluruh titik sentral, mulai dari pintu masuk bandara hingga ke berbagai destinasi wisata unggulan di seluruh Indonesia. Corporate Secretary […]

The post InJourney Destination Management Hadirkan Momen Kebersamaan Lebaran di Candi first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyatakan kesiapannya dalam menyambut lonjakan pemudik dan wisatawan pada periode libur Lebaran tahun ini. Melalui komitmen “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna”, InJourney berfokus pada integrasi layanan yang prima di seluruh titik sentral, mulai dari pintu masuk bandara hingga ke berbagai destinasi wisata unggulan di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary SVP InJourney Yudhistira Setiawan menekankan bahwa InJourney ingin memastikan setiap perjalanan di libur Lebaran ini bukan hanya sekadar rutinitas perpindahan tempat, melainkan sebuah perjalanan yang penuh makna bagi setiap individu. Seluruh tim di lapangan telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan yang tulus, karena bagi InJourney, keberhasilan musim mudik tahun ini diukur dari senyum dan kenyamanan para wisatawan saat menikmati ekosistem pariwisata yang terintegrasi.

Selain memastikan aspek operasional, InJourney secara khusus merancang berbagai aktivitas dan atraksi yang sarat akan nilai-nilai bermakna di setiap destinasi. Penguatan kearifan lokal menjadi daya tarik utama yang ditawarkan untuk memberikan pengalaman wisata yang memorable dan mengesankan. 

“Langkah strategis InJourney diawali dengan menjamin operasional pelayanan yang berkualitas tinggi. seluruh personil diinstruksikan untuk melayani sepenuh hati dengan standar keamanan yang ketat. Pengelolaan kawasan pariwisata juga dilakukan dengan pengawasan ekstra guna menjamin keselamatan wisatawan, sehingga setiap pengunjung dapat menikmati liburannya tanpa rasa khawatir melalui ekosistem pariwisata yang telah terintegrasi secara menyeluruh,” jelasnya.

Menyambut momen libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, InJourney Destination Management (IDM) mempersembahkan rangkaian program Bersama Ciptakan Lebaran Penuh Makna. IDM berkomitmen untuk menjadikan destinasi sebagai ruang di mana cerita dan pengalaman mampu mendekatkan kembali ikatan kekerabatan dengan mengubah setiap waktu kebersamaan menjadi kenangan abadi yang tak terlupakan. 

Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur mengatakan bahwa upaya ini didukung penuh oleh standar pengalaman pelanggan kelas dunia yang dirancang secara terpadu guna memastikan setiap perjalanan wisatawan berlangsung lancar.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk menjadi bagian menghadirkan banyak cerita saat Lebaran di Candi. Hari kebersamaan yang mendalam, di mana kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama kami. Ini adalah upaya kami dalam menyediakan lebih dari sekadar tempat wisata, melainkan sebuah pelabuhan emosional bagi mereka yang merindukan makna kebersamaan yang sesungguhnya,” jelas Gistang Panutur, Kamis (12/3/2026).

IDM memproyeksikan kunjungan sebesar 356.300 ribu wisatawan pada periode masa ramai libur Lebaran periode 20–29 Maret 2026 di destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Keraton Ratu Boko dan Taman Mini Indonesia Indah. Pertumbuhan wisatawan mengalami peningkatan sebesar 3–5 persen dibanding tahun lalu.

Kunjungan di Candi Borobudur diperkirakan mencapai 83 ribu wisatawan. Destinasi Candi Prambanan diprediksi dikunjungi sebanyak 129 ribu pengunjung. Keraton Ratu Boko menargetkan 7,3 ribu wisatawan. Kunjungan wisatawan TMII diperkirakan mencapai 137.000 pengunjung. 

Penonton pertunjukan seni budaya di Teater Pentas pada periode 21–28 Maret 2026 diproyeksikan dengan total kunjungan 4,6 ribu penonton. Sementara okupansi atau tingkat hunian The Manohara Hotel Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar 900 room selama periode ramai Lebaran dari tanggal 19–27 Maret 2026

IDM menegaskan bahwa optimisme ini dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dan layanan, di mana kenaikan jumlah wisatawan harus diikuti dengan peningkatan standar pelayanan agar ekosistem pariwisata tetap berkelanjutan. 

“Kami melihat proyeksi ini wujud kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan destinasi kita. Pertunjukan seni yang diproyeksikan tumbuh paling signifikan, yakni 6% menandakan minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) terus meningkat,” jelasnya.

IDM memastikan kenyamanan melalui kesiapan operasional dengan mengutamakan kaum prioritas melalui penyediaan kursi roda gratis dan jalur ramp untuk difabel, kendaraan listrik (EV) khusus prioritas dengan jalur cepat, tim kesehatan yang siaga, serta layanan call center prioritas. 

“Kami menyediakan lebih dari 50 electric vehicle di TMII dan TWC Borobudur dan TWC Prambanan. Bagi wisatawan yang menggunakan LRT menuju TMII, kami juga menyediakan penjemputan shuttle bus dari stasiun LRT menuju TMII,” lanjut Gistang Panutur.

Keamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi pilar utama operasional IDM. Pada Masa Ramai Lebaran 2026 ini IDM melibatkan ratusan keamanan eksternal yang terdiri dari personel TNI dan Polri, 160 personel keamanan internal, serta 17 petugas medis profesional. Tersedia pula 7 unit ambulans yang siaga untuk rujukan cepat ke rumah sakit terdekat jika diperlukan. 

Pada periode Masa Ramai Lebaran 2026  ini, masyarakat dapat berkunjung di jam operasional yang telah ditetapkan, yakni Candi Borobudur pada pukul 06.30–16.30 WIB, Candi Prambanan pada pukul 06.00–17.00 WIB, dan Keraton Ratu Boko pukul 07.00–17.15 WIB. Melalui seluruh persiapan yang komprehensif ini, IDM siap menyambut wisatawan untuk merayakan hari kemenangan dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kenangan.

IDM menyiapkan berbagai agenda untuk merayakan Lebaran di Candi, antara lain Pasar Medang yang tidak hanya menyajikan seni kriya dan souvenir unik, tetapi juga ragam kuliner khas dari UMKM lokal, lokakarya kreatif, hingga pertunjukan seni yang memukau. 

Pasar Medang Prambanan Official Bank Partner by BTN dan supported by Aqua, Paletas, ABC ini hadir memeriahkan agenda liburan di Prambanan dari tanggal 21–23 Maret 2026. Sementara Pasar Medang Borobudur Official Bank Partner by BTN dan supported by Aqua, Paletas, dan ABC hadir di tanggal 22–28 Maret 2026.

Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati piknik Lebaran bersama Pelangi di Mars pada 20–26 Maret 2026 yang dilengkapi dengan giant ballon berukuran 10 meter dan karakter tiga dimensi robot Pelangi di Mars, booth merchandise, paket piknik eksklusif, hingga layanan dokumentasi profesional. 

IDM juga mengajak pengunjung untuk berfoto dengan penampilan yang estetik dengan latar belakang ikonik dengan mengenakan Wastra di Prambanan. Spesial pada Hari Idulfitri 1447 H, IDM akan membagikan Besek Berkat kepada 50 pengunjung Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang terpilih.

Program Sosial Perusahaan: #IDMImpact “Ramadan Penuh Makna”

Sebagai bentuk kepedulian sosial, IDM turut menyebarkan kebaikan melalui agenda berbagi kepada 200 anak yatim piatu dari panti asuhan di sekitar destinasi serta mendistribusikan 3.000 paket sembako untuk kebutuhan pokok masyarakat. Komitmen pemberdayaan ekonomi lokal juga diperkuat dengan keterlibatan 20 UMKM dalam Kampung Ramadan, serta dukungan terhadap mobilitas masyarakat melalui partisipasi dalam program Mudik Gratis BUMN dengan menyediakan 100 kursi bus. 

IDM juga membagikan 2.000 paket makanan berbuka (takjil) bagi warga di sekitar perusahaan. IDM juga berbagi takjil kepada 400 jamaah di empat masjid sekitar perusahaan, yaitu Masjid Nurul Falah Karang Mojo, Masjid Nurul Huda Sambirejo, Masjid Dawung Bokoharjo dan Masjid Al Kautsar Tlogo, Prambanan, Klaten.

Tawur Agung Kesanga & Penutupan Candi Prambanan saat Nyepi

Candi Prambanan akan menjadi lokasi penyelenggaraan Tawur Agung Kesanga Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan yang berlangsung di lapangan Wisnu Mandala, kompleks Taman Wisata Candi Prambanan ini akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2026. 

Tawur Agung Kesanga tahun 2026 ini diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah. Peribadatan jelang Hari Suci Nyepi ini menurut rencana akan dihadiri sekitar 30-35 ribu umat dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Lampung hingga Bali.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi 30 hingga 35 ribu umat Hindu yang diperkirakan akan hadir memadati lapangan Wisnu Mandala Candi Prambanan. Seluruh tim operasional telah disiagakan untuk mengawal jalannya prosesi agar tetap tertib tanpa mengurangi nilai sakralitas ibadah. Dengan kolaborasi erat bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, kami berupaya mewujudkan sebuah perayaan yang inklusif dan penuh toleransi,” jelas Gistang Panutur.

Tawur Agung Kesanga akan menampilkan ogoh-ogoh, gunungan pada pawai budaya yang akan dilakukan di dalam area Taman Wisata Candi Prambanan.

Perayaan Hari Suci Nyepi tahun ini mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga” yang menekankan nilai persaudaraan universal, toleransi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi.

Sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian di Hari Suci Nyepi, InJourney Destination Management melakukan penutupan sementara operasional destinasi Taman Wisata Candi Prambanan pada saat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, pada hari Kamis, 19 Maret 2026. 

Penutupan operasional destinasi Taman Wisata Candi Prambanan pada saat perayaan Nyepi 2026 akan dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026 mulai pukul 06.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB. Penutupan destinasi Candi Prambanan ini juga akan diikuti dengan pemadaman listrik di sekitar area Candi Prambanan. Pada saat penutupan tersebut, seluruh area zona I dan zona II Candi Prambanan akan steril dari aktivitas pariwisata.

“Melalui agenda ini, pengelola berharap Candi Prambanan terus menjadi ruang kontemplasi yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan jelang memasuki Nyepi. Ini merupakan simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian situs, pengembangan seni budaya dan harmoni sosial di sekitar Candi Prambanan khususnya,” pungkasnya.

The post InJourney Destination Management Hadirkan Momen Kebersamaan Lebaran di Candi first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2026/03/12/injourney-destination-management-hadirkan-momen-kebersamaan-lebaran-di-candi/feed/ 0
Kampung Ramadan Prambanan: Pererat Silaturahmi Melalui Pemberdayaan UMKM dan Berbagi Kebahagiaan di Ramadan Penuh Makna https://injourneydestination.id/2026/03/06/kampung-ramadan-prambanan-pererat-silaturahmi-melalui-pemberdayaan-umkm-dan-berbagi-kebahagiaan-di-ramadan-penuh-makna/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kampung-ramadan-prambanan-pererat-silaturahmi-melalui-pemberdayaan-umkm-dan-berbagi-kebahagiaan-di-ramadan-penuh-makna https://injourneydestination.id/2026/03/06/kampung-ramadan-prambanan-pererat-silaturahmi-melalui-pemberdayaan-umkm-dan-berbagi-kebahagiaan-di-ramadan-penuh-makna/#respond Fri, 06 Mar 2026 06:34:21 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11546

InJourney Destination Management menghadirkan Kampung Ramadan Prambanan di area Kantor Pusat IDM, Prambanan, Sleman, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dimeriahkan dengan puluhan UMKM dari berbagai desa di sekitar Prambanan ini diadakan untuk mempererat tali silaturahmi antara insan IDM dengan warga desa di sekitarnya. “Acara ini bagi kami adalah berbagi kebahagiaan dan kebersamaan. Ini bisa dilihat bagaimana […]

The post Kampung Ramadan Prambanan: Pererat Silaturahmi Melalui Pemberdayaan UMKM dan Berbagi Kebahagiaan di Ramadan Penuh Makna first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management menghadirkan Kampung Ramadan Prambanan di area Kantor Pusat IDM, Prambanan, Sleman, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dimeriahkan dengan puluhan UMKM dari berbagai desa di sekitar Prambanan ini diadakan untuk mempererat tali silaturahmi antara insan IDM dengan warga desa di sekitarnya.

“Acara ini bagi kami adalah berbagi kebahagiaan dan kebersamaan. Ini bisa dilihat bagaimana warga tidak ada yang berebut makanan, ketika mengambil makanan bilang terima kasih. Itulah perasaan saling menghargai. Saya berharap kegiatan ini akan terus bisa kami lakukan di tahun-tahun ke depannya,” jelas Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen InJourney Destination Management untuk terus tumbuh bersama komunitas lokal melalui kolaborasi yang inklusif. Kegiatan ini sebagai ruang titik temu hangat bagi seluruh karyawan IDM untuk berbaur langsung dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan,” jelas Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan.

Kampung Ramadan Prambanan menyediakan makan berbuka gratis yang ditujukan bagi kurang lebih 1.000 peserta, terdiri dari unsur karyawan dan warga sekitar. Hidangan yang disajikan merupakan hasil kolaborasi dengan 21 pelaku UMKM dari tiga desa penyangga, yakni Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta dan Desa Bugisan, Kokosan, Kebondalem Kidul serta Desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

“Ini juga sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas dukungan warga selama ini. Melalui keterlibatan UMKM lokal, perusahaan berupaya memberikan dampak ekonomi langsung serta mempromosikan potensi kuliner khas desa di sekitar kawasan Prambanan,” lanjutnya.

Camat Prambanan Klaten Rasidi mengapresiasi Kampung Ramadan yang diinisiasi IDM ini. Hal ini membuktikan komitmen IDM yang ingin turut terlibat dan peduli terhadap masyarakat sekitar.

“Melalui Kampung Ramadan ini, PT TWC sudah memperlihatkan komitmennya untuk membersamai warga masyarakat sore ini. PT TWC memperlihatkan kepeduliannya kepada masyarakat. Mari kita bersama-sama mendukung dan mendorong PT TWC agar ke depan omzetnya lebih besar. Jika omzet lebih besar, maka UMKM yang diundang bisa lebih dari 20,” jelasnya.

Salah satu pelaku UMKM, Eni Fristiasari mengaku senang turut terlibat dalam acara Kampung Ramadan ini. Dirinya menyediakan hidangan rica ayam ini berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan di tahun mendatang dengan produk UMKM lokal yang lebih banyak lagi.

“Kami senang bisa ikut di acara ini. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi yang jualan dan lebih baik lagi,” jelasnya.

“Ini merupakan bagian untuk Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna yang diharapkan bisa menumbuhkan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar dapat terus terjaga dan semakin kuat di masa depan. Dialog terbuka antara manajemen dan masyarakat mendorong terciptanya budaya yang kolaboratif, inovatif, dan saling mendukung. Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan berkontribusi dalam pengembangan Indonesia yang baik di masa mendatang,” pungkasnya.

The post Kampung Ramadan Prambanan: Pererat Silaturahmi Melalui Pemberdayaan UMKM dan Berbagi Kebahagiaan di Ramadan Penuh Makna first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2026/03/06/kampung-ramadan-prambanan-pererat-silaturahmi-melalui-pemberdayaan-umkm-dan-berbagi-kebahagiaan-di-ramadan-penuh-makna/feed/ 0
IDM Salurkan Tiga Ribu Paket Sembako bagi Warga Masyarakat di Kawasan Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko https://injourneydestination.id/2026/03/06/idm-salurkan-tiga-ribu-paket-sembako-bagi-warga-masyarakat-di-kawasan-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=idm-salurkan-tiga-ribu-paket-sembako-bagi-warga-masyarakat-di-kawasan-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko https://injourneydestination.id/2026/03/06/idm-salurkan-tiga-ribu-paket-sembako-bagi-warga-masyarakat-di-kawasan-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko/#respond Fri, 06 Mar 2026 06:31:42 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11541

InJourney Destination Management mewujudkan komitmen sosialnya melalui program penyaluran 3.000 paket sembako kepada keluarga pra-sejahtera yang berada di kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko, Jumat (6/3/2026). Program bertajuk “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna” ini selaras dengan pengamalan nilai-nilai keislaman dalam hal membantu fakir miskin dan kaum dhuafa sebagai manifestasi dari rasa syukur […]

The post IDM Salurkan Tiga Ribu Paket Sembako bagi Warga Masyarakat di Kawasan Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management mewujudkan komitmen sosialnya melalui program penyaluran 3.000 paket sembako kepada keluarga pra-sejahtera yang berada di kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko, Jumat (6/3/2026). Program bertajuk “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna” ini selaras dengan pengamalan nilai-nilai keislaman dalam hal membantu fakir miskin dan kaum dhuafa sebagai manifestasi dari rasa syukur dan kewajiban untuk saling tolong-menolong.

Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan didampingi jajaran direksi lainnya menyerahkan paket sembako di Lapangan Rakai Pikatan, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Sementara, Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur Supriadi Jufri menyerahkan paket sembako bagi masyarakat di kawasan Borobudur di Kantor unit Borobudur.

Program reguler yang tiap tahun dilakukan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri ini juga menjadi bagian untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga keluarga pra sejahtera dan panti asuhan  di kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Kraton Ratu Boko. Paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, teh, mi instan, kecap, dan biskuit.

Komisaris Utama InJourney Destination Management Muhammad Tri Andika mengatakan bahwa momentum merupakan waktu terbaik untuk mempererat ukhuwah (persaudaraan) dengan masyarakat sekitar perusahaan dan destinasi. Hal ini selaras dengan upaya menghadirkan keberdampakan di tengah masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberadaan destinasi wisata yang kami kelola harus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat di sekitarnya. Sejalan dengan nilai-nilai Islami mengenai pentingnya memuliakan tetangga dan membantu mereka yang membutuhkan, program ini adalah wujud kehadiran kami untuk memastikan saudara-saudara kita di sekitar kawasan Candi serta menjadi bekal dalam menyambut Idulfitri dengan hati yang lebih tenang dengan kebutuhan yang tercukupi,” jelasnya.

Distribusi bantuan menargetkan 3.000 keluarga yang tersebar di empat kecamatan di dua provinsi, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yaitu Kecamatan Prambanan, Sleman, yang terdiri dari Desa Bokoharjo dan Desa Sambirejo. Kapanewon Kalasan, Sleman yaitu Desa Tamanmartani. Kecamatan Prambanan, Klaten, yang terdiri dari Desa Tlogo, Desa Bugisan, Desa Kebondalem Kidul, Desa Kokosan dan Desa Pereng serta Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Panewu Prambanan Sleman Purwati mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu bukti keberpihakan IDM kepada warga masyarakat di kawasan destinasi Candi Prambanan. 

“Kami sebagai perwakilan warga mengucapkan terima kasih kepada IDM. Hal ini merupakan bentuk komitmen keberpihakan pihak manajemen terhadap keberadaan warga masyarakat di sekitar Candi Prambanan,” jelasnya.

Salah satu warga Bokoharjo penerima manfaat, Erni Setyawati (51 tahun) mengatakan bahwa bantuan ini bisa meringankan beban warga dalam mempersiapkan kebutuhan jelang lebaran. 

“Bantuan ini dapat membantu mengurangi pengeluaran warga untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran. Semoga bantuan ini bisa semakin dirasakan oleh warga sekitar destinasi,” jelasnya.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada organisasi sosial kemasyarakatan, antara lain Panti Asuhan Daarul Ihsan Bokoharjo, Prambanan Sleman, Panti Asuhan Brayat Al Falah Borobudur, Fatimah Azahra dan Panti Asuhan Yatim Putri Khoirunnisa, Berbah, Sleman.

“Ramadan mengajarkan kita untuk merasakan kesulitan sesama. Inilah komitmen kami untuk terus berjalan beriringan dengan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berdampak dan berdaya secara kemanusiaan,” lanjut Febrina Intan.

InJourney Destination Management juga menghadirkan program Mudik Gratis bersama BUMN 2026 melalui semangat Mudik Aman Berbagi Harapan 2026. IDM menyediakan 100 kursi bus dari titik awal keberangkatan Jakarta menuju tujuan akhir Yogyakarta. Kegiatan yang rutin dilakukan ini diharapkan bisa turut membantu kelancaran program mudik nasional yang aman dan nyaman.

Selama Bulan Ramadan 1447 H ini, InJourney Destination Management telah melakukan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Daarul Ihsan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Panti Asuhan Brayat Al Falah Borobudur dan Panti Asuhan Yatim Putri Khoirun Nisa, Berbah, Sleman. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, susu, minyak goreng, dan sajian berbuka puasa dan juga santunan pendidikan. Kegiatan dalam rangka memupuk rasa kebersamaan dalam menciptakan Ramadan Penuh Makna ini diwarnai oleh berbagai kegiatan seru, antara lain lom mewarnai bagi anak usia SD dan lomba dai cilik (pildacil). 

IDM juga membagikan 2000 paket makanan berbuka (takjil) bagi warga di sekitar perusahaan dan berbagi takjil bagi 400 jamaah di empat masjid sekitar perusahaan, yaitu Masjid Nurul Falah Karang Mojo, Masjid Nurul Huda Sambirejo, Masjid Dawung Bokoharjo dan Masjid Al Kautsar Tlogo, Prambanan, Klaten.

“Ini sebuah wacana memberikan motivasi bagi anak-anak kami agar mereka lebih semangat. Bahwa kondisi ini bukan apa-apa, karena Allah akan mengubah kondisi jika kita ingin mengubahnya. Kami menghaturkan terima kasih atas silaturahminya sangat luar biasa, mudah-mudahan menjadikan amal soleh bersama,” jelas Pengasuh Panti Asuhan Daarul Ihsan Bokoharjo Prambanan Triyono.

Sementara salah satu santri Daarul Ihsan Syahrul Fahrudin, mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat dan membuatnya bahagia.

“Kami di panti asuhan sangat senang dengan adanya kegiatan yang membuat kami bahagia dan menghibur kami. Terima kasih atas segala bantuan dan apresiasi yang diberikan kepada kami. Semoga kegiatan ini tidak menjadi acara terakhir kalinya, semoga kita dapat bertemu lagi di kemudian hari,” jelasnya.

The post IDM Salurkan Tiga Ribu Paket Sembako bagi Warga Masyarakat di Kawasan Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2026/03/06/idm-salurkan-tiga-ribu-paket-sembako-bagi-warga-masyarakat-di-kawasan-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko/feed/ 0
IDM Berbagi Kebahagiaan di Pondok Brayat Al Falah Borobudur https://injourneydestination.id/2026/02/25/idm-berbagi-kebahagiaan-di-pondok-brayat-al-falah-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=idm-berbagi-kebahagiaan-di-pondok-brayat-al-falah-borobudur https://injourneydestination.id/2026/02/25/idm-berbagi-kebahagiaan-di-pondok-brayat-al-falah-borobudur/#respond Wed, 25 Feb 2026 03:37:25 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11537

InJourney Destination Management (IDM) bersama Taman Wisata Borobudur (TWB) menghadirkan Ramadan Penuh Makna dengan berbagi ke Pondok Pesantren Brayat Al Falah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (25/2/2026). Kegiatan berbuka bersama sambil menghaturkan santunan ini diharapkan bisa menambah tali silaturahmi dan jalinan sosial di kawasan Borobudur. Kepala Pondok Brayat Al Falah Borobudur mengapresiasi langkah IDM dan […]

The post IDM Berbagi Kebahagiaan di Pondok Brayat Al Falah Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) bersama Taman Wisata Borobudur (TWB) menghadirkan Ramadan Penuh Makna dengan berbagi ke Pondok Pesantren Brayat Al Falah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (25/2/2026). Kegiatan berbuka bersama sambil menghaturkan santunan ini diharapkan bisa menambah tali silaturahmi dan jalinan sosial di kawasan Borobudur.

Kepala Pondok Brayat Al Falah Borobudur mengapresiasi langkah IDM dan juga TWB untuk mencurahkan waktu, tenaga, bantuan dan kesempatannya dengan mengadakan buka bersama dengan anak asuhnya di pondok ini.

“Semoga apa yang diberikan kepada kami menjadikan manfaat dan barokah kepada kami di Brayat Al Falah dan kepada keluarga bapak ibu semua,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan berbuka puasa diawali dengan lomba storytelling dan bercerita dari para santriwati. Mereka dengan antusias mengikuti kegiatan ini dengan saling mendukung, mendengar dan bercerita mengenai tokoh Islam dari berbagai zaman, dari zaman nabi hingga zaman modern.

Business Support Group Head Taman Wisata Borobudur Ayunanto mengapresiasi santriwati yang telah membawakan storytelling dan bercerita secara bergantian ini. Dari cara penyampaian dan materi cerita menurutnya sudah dalam penguasaan santriwati semua.

“Saya tadi melihat adik-adik di sini sudah hebat-hebat, sudah bisa menceritakan dengan baik tokoh-tokoh muslim di seluruh dunia. Mungkin yang kurang hanya tidak ada representasi tokoh perempuan,padahal yang bercerita santriwati semua ini. Mungkin ini bisa dikembangkan ke depannya terkait cerita tokoh perempuan,” jelasnya.

IDM dan TWB berharap bahwa kegiatan silaturahmi bersama Pondok Brayat Al Falah Borobudur dapat terus terjaga, bahkan di luar bulan Ramadan. 

“Kami merasa senang bisa bertemu dengan adik-adik di panti asuhan ini, bisa berbaur, menyatu bersama-sama melaksanakan buka bersama. Tentunya ini menjadi hal yang baik, kegiatan yang baik. Mungkin harapan kami ini tidak hanya pada saat bulan Ramadan saja, tapi juga di bulan-bulan lain juga,” pungkas Ayunanto.

The post IDM Berbagi Kebahagiaan di Pondok Brayat Al Falah Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2026/02/25/idm-berbagi-kebahagiaan-di-pondok-brayat-al-falah-borobudur/feed/ 0
Rencana Revitalisasi Anjungan Daerah DIY, TMII Audiensi dengan Gubernur DIY https://injourneydestination.id/2026/01/08/rencana-revitalisasi-anjungan-daerah-diy-tmii-audiensi-dengan-gubernur-diy/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rencana-revitalisasi-anjungan-daerah-diy-tmii-audiensi-dengan-gubernur-diy https://injourneydestination.id/2026/01/08/rencana-revitalisasi-anjungan-daerah-diy-tmii-audiensi-dengan-gubernur-diy/#respond Thu, 08 Jan 2026 03:17:01 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11394

Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM) Indung Purwita Jati, Direktur Komersial IDM Gistang Panutur dan Plt Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ratri Paramita menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). Audiensi ini membahas perencanaan dan pelaksanaan proses revitalisasi Anjungan DIY di TMII guna meningkatkan […]

The post Rencana Revitalisasi Anjungan Daerah DIY, TMII Audiensi dengan Gubernur DIY first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM) Indung Purwita Jati, Direktur Komersial IDM Gistang Panutur dan Plt Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ratri Paramita menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). Audiensi ini membahas perencanaan dan pelaksanaan proses revitalisasi Anjungan DIY di TMII guna meningkatkan fungsi dan peran sebagai sarana promosi DIY di Jakarta.

Revitalisasi Anjungan DIY diarahkan menjadi ruang tata pamer yang representatif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Jogja kepada pengunjung TMII. Kesepahaman dengan Pemda DIY akan diformalkan melalui nota kesepahaman dalam waktu dekat.

Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita mengatakan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan untuk melakukan audiensi serta membangun kesepahaman terkait rencana revitalisasi yang akan dilaksanakan. 

“Ke depan, anjungan DIY akan menjadi ruang tata pamer di Taman Mini sekaligus menjadi sarana promosi DIY. “Dalam waktu dekat kami akan (membuat) MOU, mungkin pembangunannya dalam waktu dekat setelah kami konsepkan bersama semuanya,” jelasnya. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa TMII bukan sekedar ruang rekreasi bagi masyarakat, melainkan juga ruang pameran dan promosi daerah, sehingga perlu didukung melalui renovasi dan revitalisasi yang berkelanjutan. Selain itu, perubahan kebijakan menjadi catatan utama agar proses perancangan dan operasional kedepannya dapat berjalan lebih terstruktur dan tertata. 

“Harapan saya memang diperlukan struktur organisasi di Pemda (DIY) yang memungkinkan membuka ruang, ada tim yang dasarnya SK Gub untuk mengelola anjungan di Taman Mini dari kebudayaan,” jelas Gubernur DIY. 

Perubahan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan anjungan di TMII dinilai memungkinkan perencanaan anggaran serta pengemasan pameran dan promosi dapat didesain lebih terarah dan sistematis sejak awal. 

“Sehingga proses pola anggaran, jenis-jenis apa yang harus dipamerkan, apa yang dipromosikan dan sebagainya lebih punya kepastian (dan) bisa didesain dari awal,” tegas Sri Sultan. 

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menambahkan, Pemda DIY mendukung penuh konsep revitalisasi tersebut. Meski masih berada pada tahap penggalian potensi dan identifikasi tantangan, revitalisasi anjungan DIY diyakini dapat memberikan timbal balik positif bagi sektor kebudayaan dan pariwisata DIY. 

“Secara konsep kita sepakat bahwa anjungan DIY di Taman Mini Indonesia Indah akan menjadi wajah kita bersama yang mampu memberikan timbal balik kesejahteraan. Bisa membawa promosi dan publikasi DIY ke level yang lebih tinggi, juga memberikan hasil-hasil yang tidak hanya menguntungkan di Jakarta, tetapi membawa masyarakat luar berkunjung ke Jogja,” pungkasnya.

The post Rencana Revitalisasi Anjungan Daerah DIY, TMII Audiensi dengan Gubernur DIY first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2026/01/08/rencana-revitalisasi-anjungan-daerah-diy-tmii-audiensi-dengan-gubernur-diy/feed/ 0
IDM Catat 285 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Taman Wisata Candi Selama Masa Libur Nataru https://injourneydestination.id/2026/01/04/idm-catat-285-ribu-wisatawan-berkunjung-ke-taman-wisata-candi-selama-masa-libur-nataru/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=idm-catat-285-ribu-wisatawan-berkunjung-ke-taman-wisata-candi-selama-masa-libur-nataru https://injourneydestination.id/2026/01/04/idm-catat-285-ribu-wisatawan-berkunjung-ke-taman-wisata-candi-selama-masa-libur-nataru/#respond Sun, 04 Jan 2026 03:47:04 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11397

Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menghadirkan lonjakan jumlah wisatawan dibanding hari biasa. InJourney Destination Management (IDM) mencatat total kunjungan sebanyak 285.060 wisatawan ke destinasi Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan Keraton Ratu Boko, serta unit Teater dan Pentas periode 20–31 Desember 2025. Candi Prambanan menjadi destinasi paling ramai dikunjungi dengan total 174.798 wisatawan. […]

The post IDM Catat 285 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Taman Wisata Candi Selama Masa Libur Nataru first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menghadirkan lonjakan jumlah wisatawan dibanding hari biasa. InJourney Destination Management (IDM) mencatat total kunjungan sebanyak 285.060 wisatawan ke destinasi Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan Keraton Ratu Boko, serta unit Teater dan Pentas periode 20–31 Desember 2025.

Candi Prambanan menjadi destinasi paling ramai dikunjungi dengan total 174.798 wisatawan. Puncak kunjungan terjadi pada 27 Desember 2025, saat 19.617 orang memadati kawasan candi untuk menikmati keagungan salah satu ikon warisan dunia tersebut.

Sementara itu, Taman Wisata Candi Borobudur mencatatkan 96.092 kunjungan dalam periode yang sama. Lonjakan tertinggi terjadi pada 26 Desember 2025 dengan jumlah pengunjung mencapai 11.726 orang, menandakan Borobudur tetap menjadi magnet utama wisata budaya nasional maupun internasional.

Adapun destinasi Keraton Ratu Boko yang menawarkan lanskap alam dan suasana lebih tenang dikunjungi 8.978 wisatawan. Puncak kunjungan tercatat pada 28 Desember 2025 dengan kehadiran 1.052 wisatawan, menunjukkan minat wisatawan terhadap destinasi alternatif berbasis sejarah dan alam kian meningkat.

Tak hanya wisata siang hari, sektor seni pertunjukan juga menunjukkan performa positif. Unit Teater dan Pentas mencatatkan total 5.944 penonton selama libur Nataru. Menariknya, puncak penonton justru terjadi pada Hari Natal, 25 Desember 2025, dengan 818 orang menyaksikan pagelaran seni tradisional, menandakan atraksi budaya malam hari semakin diminati.

Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menilai capaian ini menjadi sinyal kuat kebangkitan pariwisata berbasis budaya sekaligus modal optimisme menyongsong tahun 2026. 

“Lebih dari 285 ribu kunjungan dalam waktu kurang dari dua pekan ini menunjukkan bahwa destinasi warisan budaya tetap menjadi pilihan utama wisatawan. Ini menjadi landasan kuat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman berwisata,” ungkapnya dikutip, Jumat (2/1/2026).

Ia menegaskan, IDM berkomitmen menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman, edukasi budaya, dan keberlanjutan lingkungan. 

“Harapannya, wisatawan tidak hanya pulang membawa foto, tetapi juga pengalaman batin dan apresiasi yang lebih dalam terhadap kekayaan budaya Nusantara,” pungkasnya.

The post IDM Catat 285 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Taman Wisata Candi Selama Masa Libur Nataru first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2026/01/04/idm-catat-285-ribu-wisatawan-berkunjung-ke-taman-wisata-candi-selama-masa-libur-nataru/feed/ 0
Pagelaran Sabang Merauke di Candi Borobudur untuk Memperkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Lokal https://injourneydestination.id/2025/12/30/pagelaran-sabang-merauke-di-candi-borobudur-untuk-memperkuat-ekosistem-pariwisata-dan-ekonomi-lokal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pagelaran-sabang-merauke-di-candi-borobudur-untuk-memperkuat-ekosistem-pariwisata-dan-ekonomi-lokal https://injourneydestination.id/2025/12/30/pagelaran-sabang-merauke-di-candi-borobudur-untuk-memperkuat-ekosistem-pariwisata-dan-ekonomi-lokal/#respond Tue, 30 Dec 2025 07:03:56 +0000 https://injourneydestination.id/?p=11016

InJourney Destination Management (IDM) menggelar pertunjukan kolosal Pagelaran Sabang Merauke (PSM) di Taman Lumbini, Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). Pagelaran Sabang Merauke ini tidak hanya dirancang sebagai hiburan semata, namun sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai destinasi wisata budaya […]

The post Pagelaran Sabang Merauke di Candi Borobudur untuk Memperkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Lokal first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

InJourney Destination Management (IDM) menggelar pertunjukan kolosal Pagelaran Sabang Merauke (PSM) di Taman Lumbini, Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). Pagelaran Sabang Merauke ini tidak hanya dirancang sebagai hiburan semata, namun sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.

Sebagai atraksi unggulan dalam menyambut masa libur akhir tahun 2025, pertunjukan yang mengusung tema “Mahakarya Borobudur” ini melibatkan lebih dari 90 penari profesional dari berbagai penjuru tanah air, pagelaran ini menyuguhkan rangkaian tarian, musik, dan busana etnik yang menggambarkan kekayaan identitas bangsa Indonesia di hadapan ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Pagelaran Sabang Merauke merupakan upaya strategis untuk menghidupkan kembali narasi warisan budaya Nusantara melalui seni pertunjukan yang megah, sekaligus memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia yang dinamis,” jelas Direktur Komersial IDM Gistang Panutur, Selasa (30/12/2025).

IDM berharap melalui sinkronisasi antara kemegahan arsitektur candi dengan seni pertunjukan kontemporer yang sarat nilai historis ini dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih mendalam dan emosional bagi pengunjung. 

“Aktivitas ini sekaligus membuktikan komitmen kami dalam melakukan revitalisasi narasi di destinasi sejarah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi yang sudah ada,” lanjutnya.

Direktur Komersial IDM Gistang Panutur, menyatakan bahwa penyelenggaraan ajang berskala besar di malam hari ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan melalui peningkatan length of stay atau durasi tinggal wisatawan di kawasan Magelang. 

Menurutnya, dengan adanya pertunjukan berkualitas yang digelar secara berkelanjutan, wisatawan tidak lagi hanya sekadar singgah untuk melihat candi dalam durasi singkat, melainkan terdorong untuk bermalam dan menikmati atmosfer kawasan Borobudur lebih lama. 

“Hal ini secara langsung menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal, di mana sektor perhotelan, jasa transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan cagar budaya akan merasakan dampak positif dari peningkatan aktivitas ekonomi tersebut,” terangnya.

Salah satu penonton asal Jakarta, Rina, mengaku sengaja mengajak anaknya untuk mengenalkan keragaman budaya Nusantara di lokasi yang memiliki aura sakral yang tidak ditemukan di tempat lain. Ia mengungkapkan pertunjukan ini menjadi sarana pembelajaran sejarah dalam kemasan modern.

Tak hanya soal estetika, pagelaran ini juga membawa misi kemanusiaan. Di akhir acara, pengelola menggalang donasi dari para penonton sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara serta Aceh.

Transformasi pariwisata yang diusung oleh PT TWC saat ini berfokus pada kualitas kunjungan yang mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi. Melalui upaya memperpanjang masa tinggal wisatawan melalui atraksi seni budaya yang memikat, ekosistem ekonomi di kawasan Borobudur dapat bergerak lebih produktif dan inklusif. 

“InJourney Destination Management akan terus konsisten menghadirkan inovasi serupa guna memastikan bahwa Candi Borobudur tidak hanya menjadi monumen masa lalu, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar serta memperkokoh jati diri bangsa di mata dunia,” pungkasnya.

The post Pagelaran Sabang Merauke di Candi Borobudur untuk Memperkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Lokal first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2025/12/30/pagelaran-sabang-merauke-di-candi-borobudur-untuk-memperkuat-ekosistem-pariwisata-dan-ekonomi-lokal/feed/ 0
Buddhism Teachings in Relief of Mahakarmavibhangga https://injourneydestination.id/2018/01/17/buddhism-teachings-relief-mahakarmavibhangga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=buddhism-teachings-relief-mahakarmavibhangga https://injourneydestination.id/2018/01/17/buddhism-teachings-relief-mahakarmavibhangga/#respond Wed, 17 Jan 2018 03:47:55 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=2052

The rich giving charity to the poor If we look further, we can see that the reliefs found at the foot of the Borobudur Temple are related to the essence of Buddhism. The reliefs that decorate the foot of the temple describe teachings about the cause of human suffering and the result of human actions […]

The post Buddhism Teachings in Relief of Mahakarmavibhangga first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

The rich giving charity to the poor

If we look further, we can see that the reliefs found at the foot of the Borobudur Temple are related to the essence of Buddhism. The reliefs that decorate the foot of the temple describe teachings about the cause of human suffering and the result of human actions in the next life. By comparing the relief sculptures with Buddhist or Sutra scriptures, it can be seen that temple reliefs are connected to each other to tell a story that represents the Mahakarmavibhanga Sutra, or the law of suffering and the result from deeds.
The 160 panels that contain scenes in relief tells about everyday life, deeds that produce good and evil, the consequences that exist on the act, as well as heaven and hell. 23 of the entire panel are a quote from the Mahakarmavibhanga Sutra. As shown by the word karma, this relief describes the various human actions and their effects. Some scenes can be interpreted as a “pretitya samutpada” symbol, which refers to the Bhacavakra mandala from Tibet.


A dove, a peacock, a parakeet, a horse, a buffalo and a musk deer are reincarnations of people who sinned

In this mandala, (1) avidya (indifference) is symbolized by a blind woman, (2) samskara (basic impulse) symbolized by pottery being made by artisans, (3) vijnana (consciousness) is illustrated by monkeys picking fruit, 4) namarupa (personality) is illustrated as a boat in a journey, (5) sadayatana (the six sense organs) is a house with many windows, (6) sparsa (relationship) is illustrated by kiss, (7) vedana (feeling) is illustrated through a man with arrows in his eyes, (8) trsna (desire) is illustrated by drinking scenes, (9) upadana (charity) is illustrated by the activity of picking fruit from trees, (10) bhava (process of occurrence) is illustrated with pregnant women, (11) jati (Birth) is illustrated by a scene of birth, and (12) jaramaranam (old age and death) is illustrated with a corpse brought to the place of extermination.
The meaning of the whole series of reliefs shows that the concept of karma here is placed in the context of the “samutpada pratitya” consisting of 12 chains that describe the cause of human suffering. Now, the series of reliefs have been covered and formed as the foot of the temple. Thus, the foot of the Borobudur Temple contains an essence of Buddhism that emphasizes the first of two Truths; Life is misery, and the misery has a cause.

The post Buddhism Teachings in Relief of Mahakarmavibhangga first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2018/01/17/buddhism-teachings-relief-mahakarmavibhangga/feed/ 0
Avadana’s Relief: The Stories of Sudhana https://injourneydestination.id/2017/12/05/avadanas-relief-stories-sudhana/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=avadanas-relief-stories-sudhana https://injourneydestination.id/2017/12/05/avadanas-relief-stories-sudhana/#respond Tue, 05 Dec 2017 05:10:42 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1938

In a relief of Borobudur Temple, there is a story about a man named Sudhana who sat down beside a lotus pond. There, he found Manohara and her sisters were bathing. Previously, Sudhana has learned a spell from a wise man to cripple Manohara. The artist who made the relief has successfully shown Manohara’s inability […]

The post Avadana’s Relief: The Stories of Sudhana first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

In a relief of Borobudur Temple, there is a story about a man named Sudhana who sat down beside a lotus pond. There, he found Manohara and her sisters were bathing. Previously, Sudhana has learned a spell from a wise man to cripple Manohara. The artist who made the relief has successfully shown Manohara’s inability to move by isolating in a plain background, while the fairies flew toward the sky and left. One of the fairies saw Manohara in surprise because she did not fly with them.

The next story tells that Manohara is married to Sudhana and live in the palace with Sudhana and his father who is also a king. However, the women in the palace were jealous of Manohara’s beauty and planned to kill her when Sudhana was on a military expedition. But before it happens, Manohara has gained her power to fly and escape from the palace.

Another story tells about the fair king who makes the prohibition of killing. God Indra wanted to test the king by turning into a hawk that chased a dove into the palace. Later, the king forbade the eagle to kill the pigeon, but the hawk said that if he did not eat meat, he would die from starvation. The good King Sibi offered a hunk of his own flesh for the eagle to eat instead of the pigeon. Sibi cuts parts of his body one at a time, but Indra makes the scales, not in such a way that the body part will not be as heavy as the pigeon. Finally, King Sibi offered his entire body. At the time, Indra acknowledged the kindness of King Sibi and restored it as before.

Another story is Rudrayana and King Bimbisari that illustrate the destiny of a king who opposes Buddhist monks. On this relief, jewelry and gold fell down from a vase that floated in the sky just before the city of the evil king were destroyed. Immediately the crowd tried to collect the treasure. Described as well that two ministers were also have been warned about what will happen, and they filled their little boats with jewelry for the escape plan.
The king, unaware of the coming catastrophe, depicted sitting on a throne in front of a building that represents the remainder of the city.

#borobudur #buddhist #buddha #relief #temple

The post Avadana’s Relief: The Stories of Sudhana first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/12/05/avadanas-relief-stories-sudhana/feed/ 0
Abhayagiri Inscription https://injourneydestination.id/2017/11/07/abhayagiri-inscription/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=abhayagiri-inscription https://injourneydestination.id/2017/11/07/abhayagiri-inscription/#respond Tue, 07 Nov 2017 04:08:58 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1868

To find out more about Ratu Boko’s site, further research is needed on any relics found there. The remains may be rocks, ruins and also inscriptions located on this site. One clue in trying to understand more about this site is the Abhayagiri Inscription. Europeans who first visited the site of Ratu Boko noted the […]

The post Abhayagiri Inscription first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

To find out more about Ratu Boko’s site, further research is needed on any relics found there. The remains may be rocks, ruins and also inscriptions located on this site. One clue in trying to understand more about this site is the Abhayagiri Inscription.
Europeans who first visited the site of Ratu Boko noted the existence of inscriptions around the palace. The stone is now known as Ratu Boko I (Abhayagiri Monastery Inscription). In addition, there were two more pieces found in 1886, other small fragments found around 1915 near the entrance to the compound. This inscription records that the establishment of this monastery is dedicated to a Bodhisattva, which is probably Avalokitervara or Manjusri.

The largest fragment of the inscription was found at the north end of the monastery in 1954. The inscription reads 793 years and celebrates the establishment of a monastery in the kingdom of King Samaratungga. According to De Casparis, a Dutch Archaeologist, a key part of the inscription can be translated into, “The Abhayagiri inscription here of the Sinhalese ascetic, Trained in saying the best of Jinas, has been made.”
De Casparis also said that:
“With the fact that this establishment is the second Monastery of Abhayagiri: either more or less precisely the replica of the Monastery of Ceylonese or more likely to be a building that has enough in common with it, in spirit or both, to be worthy of the same name.”
With the discovery of this inscription, archaeologists got one more clue to read the mystery contained in the site of Ratu Boko. It is possible that the discovery of this inscription brings to the bright spot of what is the site of Ratu Boko, but it can also lead to further debate about it.
Based on this information, the theory that Ratu Boko’s site is a fortress can be debated. This site is not a sanctuary, but a place of spiritual and religious activity. With existing information from the Abhayagiri inscription, the site of Ratu Boko could have been a monastery made for the religious activities of Buddhists at that time.

#ratuboko #indonesia.travel #yogyakarta #ratubokotemple
#ratubokopalace #buddhism #hinduism #culturalheritage

The post Abhayagiri Inscription first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/11/07/abhayagiri-inscription/feed/ 0
Java Construction Technology in Borobudur Relief https://injourneydestination.id/2017/10/12/java-construction-technology-borobudur-relief/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=java-construction-technology-borobudur-relief https://injourneydestination.id/2017/10/12/java-construction-technology-borobudur-relief/#respond Thu, 12 Oct 2017 01:54:57 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1800

The ancient Javanese have specialists who are experts in temple and home construction techniques. The inscription mentions various kinds of special tools used for woodworking such as various axes. Carpentry seems to be very well developed in ancient Java. This is not surprising given the variety of timber trees available in this place. They built […]

The post Java Construction Technology in Borobudur Relief first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

The ancient Javanese have specialists who are experts in temple and home construction techniques. The inscription mentions various kinds of special tools used for woodworking such as various axes. Carpentry seems to be very well developed in ancient Java. This is not surprising given the variety of timber trees available in this place.
They built houses from diverse materials, from bamboo to wood. Many types of wooden houses and other buildings are carved on the reliefs of Borobudur Temple. The architects have made a special study of the buildings in this relief. Sources from data on the capabilities of the ancient Javanese in building technology can only be learned from this relief since the building itself is not present.

As it stands today, bamboo grows heavily in Java. Bamboo also used as the main material in order to made building because wood is a more expensive material. Specific locations of the growing bamboo spots can be seen from the name of an area, such as Gunungpring Village (bamboo forest) near Borobudur. What is interesting is a 9th-century inscription connected to Mendut Temple near Borobudur mentioning a place called Venu Vana, Sanskrit for the bamboo forest.

Javanese people also practice hunting and gathering activities in addition to farming and raising. People hunt birds by shooting them with a small bamboo pipe called “tulub” and catch fish in a river with a traditional tool called “wuwu” made of bamboo and nets. Fishnets or webs are made from ropes of certain trees. Although these ropes did not survive in archaeological records, archaeologists were able to study the various types of ropes and threads made through the illustration of webs and ropes on several potteries.

An inscription from the beginning of the Borobudur period mentions some special skills that use rigging. One such skill is to make a net, and the other is “manganamamnam”, a word that might mean the making of baskets, mats, and other objects of bamboo and bark. Another handicraft is making umbrellas that are shown in reliefs in hundreds of types. The umbrellas are produced for different needs based on different social status.

In a relief detail, a royal officer of Hiru sheltered in a place called Hiruka. The house in this illustration is not a modern type of Javanese house. This house is more like a house used by the Batak and Minangkabau people in Sumatra and Toraja in Sulawesi. It stands on stage and has a saddle-shaped roof. It may be that this kind of house is commonly used in Java in the 9th century.

The post Java Construction Technology in Borobudur Relief first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/10/12/java-construction-technology-borobudur-relief/feed/ 0
Borobudur in the Colonial Period https://injourneydestination.id/2017/10/06/borobudur-colonial-period/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=borobudur-colonial-period https://injourneydestination.id/2017/10/06/borobudur-colonial-period/#respond Fri, 06 Oct 2017 09:15:16 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1776

At the end of the 19th century, President of the Yogyakarta Archaeological Society, Isaac Groneman, extract deeper into the religious context of Borobudur. He believes that Borobudur is a Buddhist sanctuary, but he needs authoritative support. Fortunately, at that time, King Chulalongkorn was on his way to Java heading to explore civilization. Then, Grooneman invites […]

The post Borobudur in the Colonial Period first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

At the end of the 19th century, President of the Yogyakarta Archaeological Society, Isaac Groneman, extract deeper into the religious context of Borobudur. He believes that Borobudur is a Buddhist sanctuary, but he needs authoritative support. Fortunately, at that time, King Chulalongkorn was on his way to Java heading to explore civilization. Then, Grooneman invites the king to Borobudur.

For Groneman, this is the beginning of friendship on the way to understanding the ancient Javanese heritage. For the Dutch East Indies colonial government, the noble visit brought about a different significance. As a sign of political friendship, the Dutch colonial government gave eight carts full of artifacts from Borobudur, including the guard statue of the Borobudur area found near the Dagi hill. The statue is very important because it is a guide to the location of the Buddhist monastery that once existed near the monument.

At that time, Borobudur became an image suitable for kings. And Borobudur hadith as a royal mark for the Dutch Kingdom at the world exhibition. Being a trade forum, the world exhibition became a colonial attraction until the 1930s. Archeology is viewed as a filler of the exhibition, as well as ethnology, zoology, and botany, as well as other disciplines. Tensions between professionalism and political interests unfolded in modern Java and other colonial areas in the early 20th century.

At the same time, archaeologists began to see this heritage from different angles. Preservation in place is even more important: the restoration of Borobudur becomes a necessity and is carried out by Th. Van Erp in 4 years, starting from 1907 to 1911. The work and the results, as well as the results of investigative support, were recorded in 1920, in a book with two parts and six volumes. This Book became the base of the Borobudur conservation study. Part of the significance is that it is an instrument in the submission of the second restoration of Borobudur done by the Indonesian government. The country gained its independence in 1945, through armed efforts and diplomacy, an achievement that gave national pride in the eyes of the world.

#indonesia #indonesiatourism #borobudur #prambanan #ratuboko
#wonderfulindonesia #temple #unesco #buddhist #java
#buddha #budhism #budhisttemple

The post Borobudur in the Colonial Period first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/10/06/borobudur-colonial-period/feed/ 0
Buddhist teachings in the reliefs at the foot of Borobudur temple https://injourneydestination.id/2017/09/12/buddhist-teachings-reliefs-foot-borobudur-temple/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=buddhist-teachings-reliefs-foot-borobudur-temple https://injourneydestination.id/2017/09/12/buddhist-teachings-reliefs-foot-borobudur-temple/#respond Tue, 12 Sep 2017 07:18:44 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1712

If we look further, we can see that the reliefs found at the foot of the Borobudur Temple are related to the core of Buddhism. The reliefs that adorn the feet of the temple depict the doctrine of the cause of human suffering and the result of human actions in the next life. By comparing […]

The post Buddhist teachings in the reliefs at the foot of Borobudur temple first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

If we look further, we can see that the reliefs found at the foot of the Borobudur Temple are related to the core of Buddhism. The reliefs that adorn the feet of the temple depict the doctrine of the cause of human suffering and the result of human actions in the next life. By comparing the relief sculptures with Buddhist or Sutra scriptures, it can be seen that temple reliefs are connected to each other to tell a story that represents the Mahakarmavibhanga Sutra, or the law of suffering and the result of deeds.

The 160 panels that contain scenes in relief tell about everyday life, deeds that produce good and evil, the consequences that exist on the act, as well as heaven and hell. 23 of the entire panel is a quote from the Mahakarmavibhanga Sutra. As indicated by the word karma, this relief describes the various human actions and their effects. Some scenes can be interpreted as a pretitya samutpada symbol, which refers to the mandala Bhacavakra from Tibet. In this mandala, (1) avidya (indifference) is symbolized by a blind woman, (2) samskara (basic impulse) symbolized by pottery being made by artisans, (3) vijnana (consciousness) is depicted by monkeys picking fruit, 4) namarupa (personality) is described as a boat in a journey, (5) sadayatana (the six sense organs) is a house with many windows, (6) sparsa (relationship) is described by kiss, (7) vedana (feeling) is depicted through a man With the arrow in his eye, (8) trsna (desire) is illustrated by the drinking scene, (9) upadana (derma) is illustrated by the activity of picking fruit from the tree, (10) bhava (process of occurrence) is described with the pregnant woman, (11) Birth) is depicted by a scene of birth, and (12) jaramaranam (old age and death) is depicted with a corpse brought to the place of extermination.

The significance of the whole series of reliefs shows that the concept of karma here is placed in the context of the samutpada pratitya consisting of 12 links that describe the cause of human suffering. Now, the series of reliefs have been covered and form in the foot of the temple. Thus, the foot of the Borobudur Temple contains a core of Buddhism emphasizing the first two Truths; Life is suffering, and suffering has a cause.

The post Buddhist teachings in the reliefs at the foot of Borobudur temple first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/09/12/buddhist-teachings-reliefs-foot-borobudur-temple/feed/ 0
Buddha Statue and Six Mudras https://injourneydestination.id/2017/08/07/buddha-statue-six-mudras/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=buddha-statue-six-mudras https://injourneydestination.id/2017/08/07/buddha-statue-six-mudras/#respond Mon, 07 Aug 2017 03:39:53 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1631

Besides decorated with beautiful reliefs, Borobudur Temple also has 504 statues of Buddha sitting all of which are carved on a round stone sabongkah. All the statues illustrating the Dhyani Buddha or meditating Buddhist are spread to different levels, from the lower to the top, rupadhatu and arupadhatu. The Buddha Dhyani is different from the […]

The post Buddha Statue and Six Mudras first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Besides decorated with beautiful reliefs, Borobudur Temple also has 504 statues of Buddha sitting all of which are carved on a round stone sabongkah. All the statues illustrating the Dhyani Buddha or meditating Buddhist are spread to different levels, from the lower to the top, rupadhatu and arupadhatu.
The Buddha Dhyani is different from the Buddha in history. They are not enlightened earthly beings, but they are transcendental savers who sit on their lotuses in eternal reverence, peace, and meditation with half-closed eyes.
The most striking feature of this Buddha is his simplicity. He is illustrated with a Buddha dressed in a monk’s suit in a suit with folds that fall down or almost tightly covering the body like “wet clothes”. His cloak showed only his wrists, neck, and ankles. Another physical feature is a point on his forehead, right between his eyebrows. This simplicity in Buddhist portrayal is a combination of loyalty and tenderness that produces the beauty of this statue.
Although there are similarities between them, each statue has its own personality. And in addition to his obvious personality, each statue reveals the same thing.
Sculptures at the box level are placed in a niche equipped with various ornaments. The statue is arranged in the line at the top of the outer side of the ledge. Because the higher the level has the smaller the size, the first ledge has space for 104 niches, the second is also 104 niches, the third 88 niches, the fourth 72 niches, and the fifth 64 niches. So there are 432 niches in the rupadhatu section.
Statues that are in the level of a circle placed in a hollow stupa arranged in three levels of concentric circles. The first level of the circle has 32 stupas, the second has 24 stupas, and the third has 16 stupas. Thus, there are 72 stupas which correspond to the Javanese tradition which says “72 guarded principles in a cage” in Borobudur.
Research shows significant position differences at the hands of Buddha statues in Borobudur. The left hand of the Buddha statue is generally placed in the lap with the palm facing upward, while the right-hand shows a certain gesture (mudra) associated with certain historical events of the Buddha’s life.
The Buddhas of the first 4 balustrades have different mudras, each of which has distinctive features on each side of Borobudur. The east-facing sculpture has the same mudra, and so is the patent facing west, north, and south. The Buddha at the very top, or the fifth balustrade, has the same mudra regardless of which direction they are facing. It is also the same as 72 Buddhas at the level of the circle, they all show the same hand position but are different from the mudra at the lower levels.
There are six mudras in the statue in Borobudur. The six mudras include Bhumisparcamudra (calling the earth to witness), Abhayamudra (frightening the fear), Varamudra (charity), Vitarkamudra (gesture of judgment), and Dharmacakramudra (law wheel movement).

#indonesiatourism #buddhatemple #unescoworldheritage #wonderfulindonesia

 

The post Buddha Statue and Six Mudras first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/08/07/buddha-statue-six-mudras/feed/ 0
Behind the Name of Borobudur https://injourneydestination.id/2017/08/02/behind-name-borobudur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=behind-name-borobudur https://injourneydestination.id/2017/08/02/behind-name-borobudur/#respond Wed, 02 Aug 2017 02:30:41 +0000 https://borobudur.injourneydestination.id/?p=1594

Borobudur temple holds a mystery that raises questions for the people who see through. Researchers, archaeologists, to visitors brought deeper into the mystery and the various questions contained in it when climbing this monument. One simple question that has not been answered until now is: whether the name Borobudur is the real name or not. […]

The post Behind the Name of Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>

Borobudur temple holds a mystery that raises questions for the people who see through. Researchers, archaeologists, to visitors brought deeper into the mystery and the various questions contained in it when climbing this monument.
One simple question that has not been answered until now is: whether the name Borobudur is the real name or not. It seems that the name Borobudur is indeed the real name, but this statement has no solid evidence that can be used to support it.
Much effort has been made to investigate this question, but no single interpretation has been proven. So far, the way to find out the real name of Borobudur is to look at the two parts that make up his name, Boro and Budur. This theory was initiated by Poerbatjaraka. He revealed that “boro” can be interpreted as a monastery, which today can be regarded as a vihara. While “budur” itself is the name of a place. Thus, Borobudur can be interpreted as “Vihara in Budur”.
A bit of a relic from a monastery was discovered in 1952 when excavations were made in the western courtyard of Borobudur. Found an ancient manuscript named Nagarakrtagama from 1365 which contains the name Budur in it. In the manuscript, budur is a sacred place of Mahayana Buddhism.
Another approach was said by de Casparis who succeeded in describing the obsolete portion of the stone charter found in 842. Through the reconstruction of the text, it reads the part of the stone as “bhumisambharabhudura”, meaning “The Mountain of Virtue from the Ten Phases of Bodhisattva”. The word “Bharabhudura” was taken and converted into Borobudur. The changes used are simplifications that occur due to the pronunciation of the lisa language. On the other hand, the first part of the word sounds similar to “Bumisegoro”, which is the name of the village south of Borobudur.
It is interesting to note that before the word is found, there is another word found, that is “kamulan”. This word means “The Holy Place of the Patriarch”. Therefore, it is clearly seen the connection of Borobudur and the temple for ancestor worship.
Another simple but difficult question to answer is: how long Borobudur temple is actively used? When did it stop functioning as a monument to glorify the ruling dynasty, or as a Buddhist pilgrimage center?
The general assumption is that this temple began not to be used when people converted to Islam in the fifteenth century. Borobudur Temple may have been abandoned when the center of political and cultural activities moved to East Java in the 10th century.

The post Behind the Name of Borobudur first appeared on PT Taman Wisata Candi.

]]>
https://injourneydestination.id/2017/08/02/behind-name-borobudur/feed/ 0